Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label foto. Tampilkan semua postingan

Ebook 10 Kunci Sukses Menjadi Pria Idaman

Kabar Gembira !!!

|| Ebook 10 Kunci SUKSES PRIA IDAMAN Full Version || akan diterbitkan kembali pada bulan Februari 2016 (limited 100 copy). 


Setelah lama sibuk dalam mengungkap banyak rahasia mengenai dalam laman Rahasia Fotografi, Rahasia Blogger, dan Rahasia Sukses, kini saya hadir kembali untuk menjawab setiap permasalahan Anda dalam laman blog Rahasia Pria Idaman. Anda semua pasti telah menanti update terbaru saya yang akan lebih jauh membongkar rahasia dibalik suksesnya seorang pria diidamkan para wanita.

Berbahagialah Anda karena hari ini saya membawa kabar baik untuk Anda


Dalam artikel-artikel yang telah saya buat sebelumnya ada berbagai ringkasan narasi yang mengungkap perjalanan saya hingga mampu menjadi pria yang berkualitas. Beberapa minggu yang lalu saya juga sempat menjanjikan Anda tentang Ebook 10 Kunci Sukses Menjadi Pria Idaman. Apakah Anda sadar akan hal itu?


Saya telah melakukan proses upload di halaman blog ini, tepatnya di bagian sebelah kanan (bertuliskan Ebook GRATIS!!). Namun mungkin ada beberapa trouble yang membuat Anda sulit untuk melakukan download dan segera mendapatkan Ebook yang saya bagikan tersebut. Hingga ada permintaan dari para pembaca saya yang begitu antusias mengenai hal ini.


Oke langsung saja saya berikan mekanisme downloadnya ...


1. Lihat ke bagian atas halaman blog ini lalu klik menu Rahasia Pria Idaman

2. Arahkan pandangan Anda ke arah kanan halaman blog
3. Klik tulisan Ebook Gratis
4. Anda diantarkan ke halaman 4shared.com
5. Lakukan instruksi download yang diberikan oleh 4shared.com

Setelah membaca isi dari Ebook 10 Kunci SUKSES PRIA IDAMAN (Free Trial Version) dan melakukan berbagai aplikasi di dalamnya, perbedaan apa yang dapat Anda rasakan?


Bayangkan ketika kehidupan Anda berubah menjadi sangat berkualitas dan wanita idaman Anda perlahan mendekat dalam kehidupan Anda, apa yang dapat Anda rasakan? Sekarang Anda benar-benar telah mengetahui rahasia di balik keindahan kepribadian seorang pria idaman. 







Perdalam kemampuan Anda dan segera lakukan registrasi untuk mendapatkan Ebook 10 Kunci SUKSES PRIA IDAMAN Full Version yang akan langsung saya kirimkan melalui email pribadi saya. Baca tata cara order Ebook 10 Kunci SUKSES PRIA IDAMAN Full Version pada halaman terakhir dalam ebook versi gratis yang saya berikan.

Saya kira semuanya sudah cukup jelas. Tinggalkan pesan atau pertanyaan Anda di kolom komentar yang sudah saya sediakan di bawah artikel ini. Terima Kasih


Ebook 10 Kunci SUKSES PRIA IDAMAN Full Version akan diterbitkan kembali pada bulan Februari 2016 (limited 100 copy).





:

       

Kesalahan Fotografer


Kesalahan –Kesalahan Seorang Fotografer

Seorang fotografer di dunia fotografi bukanlah malaikat yang tanpa cacat. Fotografer juga tidak lepas dari kesalahan, apalagi fotografer pemula. Namun, jika kesalahan teknis fotografi tersebut terjadi berulang kali pada saat melakukan pemotretan, artinya Anda tidak bersungguh-sungguh melakukan aktifitas fotografi. Belajarlah dari kesalahan untuk sesuatu yang lebih baik.
Ketika kamera masih menggunakan film dan belum menerapkan rangkaian alat bantu elektronik, diperlukan pemahaman teori fotografi yang matang untuk bisa memotret dengan baik. Secara umum teori fotografi ini melingkupi cara kerja rana dan diafragma pada kamera Anda, pemahaman tentang panjang fokal lensa, pemahaman tentang kepekaan rekam film, serta pemahaman perihal komposisi gambar.
Perkembangan mutakhir pada era digital ternyata tak memupus kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh fotografer. Bahkan semakin banyak kesalahan baru yang timbul. Kesalahan-kesalahan baru ini akan muncul karena realitas elektronik dan digital merupakan hal baru dalam dunia fotografi.
Di masa mendatang, jika semua kesalahan sudah mampu diatasi, mungkin siapapun dapat menghasilkan foto yang bagus secara teknis.  Akan tetapi, karya fotografi bukanlah sebuah perhitungan matematika. Jadi, foto bagus atau foto buruk secara isi akan terjadi karena perihal baik dan buruk tidak bisa digantikan oleh komputer apapun.

Lalu, apa saja kesalahan-kesalahan yang sering tidak disadari oleh seorang fotografer?

Mari perhatikan hasil observasi saya berikut ini J


Motivasi yang keliru
Ini salah satu kesalahan mendasar yang banyak dilakukan oleh beberapa fotografer yang ikut nimbrung dalam dunia fotografi. Beberapa dari fotografer membuat dorongan psikologis yang keliru dalam aktivitas fotografi. Saya jelas saja terkejut akan hal ini. Banyak opini yang sampai di telinga saya tentang motivasi beberapa fotografer aktif dalam dunia fotografi.
Saat saya bertanya tentang alasan mereka menggeluti dunia fotografi, sebagian ada yang menjawab “karena kehidupan fotografer identik dengan wanita cantik”, “kalo jadi fotografer kerjanya gampang, cuma jeprat-jepret terus dapat uang”, “gue cuma ikut-ikutan tren masa kini aja kok. Kan keren tuh kemana-mana ngegantungin kamera di leher, hahaha~”, dan masih banyak motivasi lainnya yang menurut saya keliru.
Bila Anda merupakan salah satu fotografer yang pernah berkomentar seperti itu, segera perbaiki motivasi Anda untuk karya fotografi yang lebih baik. Karena dunia fotografi tidak membutuhkan jomlowan yang kerjaannya cuma pake topeng di depan wanita, fotografer yang berpikiran materialistis, atau fotografer yang cuma sekedar ikutan tren modern. Anda tidak akan berhasil menciptakan karya yang baik ketika salah memotivasi diri untuk melakukan sesuatu.


Baterai Habis

Kesalahan tertinggi berikutnya yang sering tidak disadari oleh fotografer adalah kehabisan baterai. Tingkat kesalahan ini mencapai 35,20 persen. Kamera digital memang hanya akan bekerja jika ada pasokan arus listrik yang disediakan oleh baterai, karena kamera merupakan peralatan elektronik. Dan kamera yang baik pada umumnya mempunyai baterai yang tahan lama, setidaknya bisa digunakan untuk 500 kali pemotretan.

Kesalahan karena baterai habis biasanya disebabkan oleh beberapa hal, yaitu:

1. Persiapan yang kurang matang sehingga fotografer sering lupa mengisi penuh baterai sebelum digunakan.
2. Seringnya fotografer melihat hasil foto di LCD (Liquid Crystal Display) setiap kali usai memotret karena kurang yakin dengan hasilnya.
3. Lupa tidak mematikan power kamera usai pemakaian, atau langsung dimasukkan ke dalam tas kamera.

Saya sendiri pernah melakukan hal ini. Memang terkadang kita tidak sadar akan hal yang dirasakan kurang penting ini. Kebanyakan dari fotografer terlalu banyak memfokuskan diri pada hasil fotografinya tanpa memperhitungkan hal sepele seperti kemungkinan habisnya baterai kamera. Ini terjadi beberapa bulan yang lalu ketika saya berlibur ke Manado dan berniat mencari objek foto menarik disana. Karena tidak memperhitungkan kondisi baterai, akhirnya saya melewatkan objek dan momen menarik yang terjadi dan yang tidak selalu bisa saya dapatkan. Dari penyesalan tersebut saya pun berusaha mengoreksi diri dan memperbaiki kesalahan saya ini.


Gambar kabur

Akibat Kamera yang Berguncang
Gambar kabur/blur bisa diakibatkan oleh banyak hal, salah satunya adalah karena gerakan tangan si fotografer. Menurut observasi saya, kesalahan ini mencapai 29,30 persen dari kesalahan fotografer saat melakukan aktivitas fotografi. Guncangan kamera (camera shake) adalah kesalahan yang dilakukan oleh pemakainya. Namun, kamera yang baik akan meminimalkan kesalahan ini dengan bentuknya yang ergonomis dan kecepatan rana yang lebih tinggi.
Pada era serba canggih ini, kamera banyak yang telah dilengkapi dengan fasilitas VR (Vibration Reduction)pada NIKON atau IS (Image Stabilizer) pada CANON. Fungsinya adalah untuk mengurangi gambar yang berguncang. Jika Anda ingin membeli kamera digital, pilihan kamera yang memiliki fasilitas tersebut.

Akibat Obyek yang Berguncang
Gambar kabur berikutnya mungkin saja disebabkan oleh subyek yang berguncang, dan persentasenya mencapai 22,7 persen. Kesalahan ini muncul karena pemakai salah memperkirakan kecepatan rana.
Perusahaan Panasonic telah mengatasi kesalahan ini dengan memberikan fasilitas ISO otomatis dalam kamera-kamera digital terbaru mereka. Dengan fasilitas ini maka sebuah kamera akan menaikkan setelan ISO ketika mendeteksi kemungkinan adanya guncangan. Dengan naiknya ISO, maka kecepatan rana pun ikut meningkat.


Terlambat Memotret (Time Lag)
Kesalahan lainnya dari fotografer pemula adalah terlambatnya memotret adegan akibat kelambatan reaksi dari kamera. Hal ini lazim disebut time lag, yaitu jeda antara ketika rana ditekan dan ketika kamera bereaksi. Namun kini

Salah fokus (Miss Focus)
Kealahan yang juga sering terjadi yaitu dengan presentase 16,8 persen adalah salah fokus. Kesalahan ini pada umumnya menyangkut focusing pit alias fokus lari ke bidang yang tidak tepat. Perusahaan Panasonic dan Fuji Film telah mengurangi tingkat kesalahan ini dengan meningkatkan kemampuan kamera dalam mencari fokus wajah manusia terdekat. Nama fasilitas ini adalah face detection.

Foto Terlalu Gelap (Underexposure)
Kesalahan berikut ini juga sering dilakukan oleh fotografer. Tingkat kesalahannya mencapai 19,30 persen.
Foto terlalu gelap terjadi karena kurangnya perkiraan fotografer dengan kondisi pencahayaan (lighting) di sekeliling obyek yang akan difoto. Untuk mengurangi kesalahan ini, fotografer harus menyalakan lampu flash, baik yang berada di body camera ataupun memanfaatkan bantuan external flash. Anda juga bisa mengakalinya dengan menurunkan nilai shutter speed pada kamera yang Anda gunakan. Semakin rendah nilai kecepatannya, akan semakin terang gambar yang dihasilkan. Namun hati-hati terhadap obyek yang bergerak karena akan menimbulkan gambar yang blur pada pengaturan shutter yang lambat.

“Pribadi SUKSES adalah mereka yang mau belajar dari kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi.” - Christian Yohanes






:

       

Jenis Kamera Bergantung Pada Karakteristik si Fotografer

Fotografi Tidak Terbatas


Dulu saya adalah seorang fotografer yang berpikir bahwa kamera dengan merk Canon atau Nikon adalah kamera yang paling ampuh untuk menciptakan hasil fotografi yang indah. Akan tetapi setelah banyak belajar dan semakin banyak mengetahui ternyata bukan kamera yang menjamin bagus atau tidaknya hasil karya fotografi. Jangan pernah jadi fotografer yang dibatasi oleh merek kamera. Ingat inti dari fotografi yang telah saya bagikan pada artikel sebelumnya


KAMERA APA YANG PALING BAIK?

Pertanyaan di atas kerap dilontarkan terutama oleh pemula atau mereka yang baru bergabung dalam dunia fotografi. Kelanjutannya sudah bisa ditebak, topiknya menjadi bahan tertawaan dan tidak kurang komentar-komentar pedas seperti "baca dulu topik-topik lama""udah cari di Google.com belum?", atau"mustinya kamu baca2 dulu review-review kamera, kan banyak di Internet".

Memang bagi mereka yang sudah lama bergelut dalam bidang fotografi pertanyaan ini cenderung menyebalkan, selalu muncul berulang-ulang dan si penanya terkesan culun dan malas karena pertanyaannya terlalu umum. Padahal mungkin yang bertanya cukup serius dan penuh ketidaktahuan (dan sedikit faktor malas membaca aturan). Padahal kuncinya cuma satu: Anda sendiri yang bisa menjawabnya. 
Meminjam kata-kata fotografer dan jurnalis kenamaan Om Arbain Rambey: "kalau ada kamera yang paling baik pasti kamera merek itu bakal laku keras dan merek lain nggak bakal laku". Betul juga. 
















Semua gambar yang baru saja Anda lihat adalah karya fotografi saya menggunakan kamera Fujifilm Finepix HS30 yang menurut banyak orang kualitasnya tidak sebagus Canon atau Nikon, namun saya mampu mematahkan anggapan bodoh tersebut.


OK, untuk menghemat waktu, saya akan sarikan sedikit artikel tersebut di sini ditambah beberapa tips lain di akhir tulisan ini.

Langkah-langkah memilih kamera:

Karakteristik Pemotretan yang akan Anda lakukan


  • Seberapa sering kita memotret? (misal: sepuluh gambar dalam sebulan, limaratus gambar dalam sehari)
  • Situasi memotret yang bagaimana yang paling sering kita hadapi? (misal: dalam ruangan, lapangan olahraga, perjalanan, studio, dsb.)
  • Berapa anggaran yang kita sediakan?
  • Seberapa perlu untuk memiliki kamera tersebut? (misal: harus punya besok, karena untuk memotret adik Anda yang akan menikah lusa)
  • Target waktu 'balik modal' dari kamera yang akan kita beli tersebut?
    Tips: jika Anda bukan profesional dalam arti dapurnya ngebul bukan dari fotografi, 'balik modal' bisa diukur dari kefasihan Anda dalam memahami penggunaan kamera tersebut. Contoh: jika Anda masih perlu lebih dari 2 detik dalam menyetel mirror lock-up atau white balance, mungkin kamera Anda itu masih belum 'balik modal'.

Faktor lainnya

  • Harga
  • Berat
  • Warna body
  • Ukuran sensor dan resolusi
  • Ukuran body
  • Panjang focal lensa (zoom berapa kali? Dari berapa mm ke berapa mm?)
  • Jenis batere (jenis AA biasa atau Lithium yang khusus)
  • Kekuatan flash
  • Ketersediaan asesoris
  • Kemampuan ISO tinggi untuk pemotretan dalam cahaya rendah tanpa flash
  • dsb.

Skala Prioritas

  • Prioritas 1: Must have. Kamera tersebut harus memiliki fitur ini.
  • Prioritas 2: Good to have. Fitur yang dianggap penting namun bisa dikorbankan jika memang tidak tersedia.
  • Prioritas 3: Nice to have. Fitur yang tidak penting, kalau tidak ada ya tidak apa-apa, tapi kalaupun ada tentu lebih menyenangkan.

Telusuri Review Kamera

  • www.dpreview.com
  • www.dcviews.com
  • www.impiandansukses.weebly.com
  • reviews.cnet.com
  • www.digitalcamerareview.com
  • www.fredmiranda.com
  • www.dcresource.com
  • dsb.


Tips Tambahan

  • Jangan bersikap fleksibel terhadap budget yang sudah Anda sediakan. Pilihan model kamera memang dibuat sedemikian rupa supaya seolah dengan 'nambah uang dikit lagi akan dapat fitur tambahan ini dan itu'. Ingat-ingat prioritas fitur di Langkah 3 di atas.
  • Jangan lupa menyiapkan dana untuk membeli asesoris penting seperti memory card, batere, lensa tambahan, dsb.
  • Jika Anda benar-benar ingin belajar fotografi, belilah kamera yang ada mode Manual nya. Tidak harus SLR atau Digital SLR, bisa juga pocket camera tapi asal ada pilihan speed, diafragma & ISO yang bisa disetel secara manual oleh kita sendiri.
  • Pilih kamera yang baterenya tahan lama atau batere cadangannya tidak mahal, percuma bawa kamera kalau tidak bisa dipakai kan?
  • Jangan percaya begitu saja terhadap apa kata orang bahkan teman sekalipun. Kamera yang baik untuk mereka belum tentu baik untuk Anda. Telaah kembali karakteristik fotografi Anda dan bandingkan dengan karakteristik fotografi teman Anda tersebut. Jika memang banyak kemiripan, bolehlah menaruh kepercayaan kepadanya.
  • Usahakan untuk mencoba sendiri perangkat fotografi yang hendak Anda beli. Jepretlah sebanyak mungkin sebatas tidak membuat si penjual menjadi kesal dan analisa hasilnya dengan teliti. Bila perlu bayar dulu dengan perjanjian bisa dikembalikan dalam waktu 3 hari jika memang tidak cocok.

Mari ikuti trik saya dalam memilih jenis kamera yang sesuai dengan karakteristik saya sebagai seorang fotografer ..

1. Saya mendekati teman-teman yang juga menggemari dunia fotografi

2. Meminjam kamera teman untuk sekedar mencoba spesifikasi, konten, dan semua fasilitas yang dimiliki kamera, mulai dari Canon, Nikon, Sony, Olympus hingga Fujifilm Finepix yang sekarang menemani karir saya sebagai seorang fotografer.

3. Lakukan review di berbagai media. Biasanya saya menemukan informasi dari Mbah Google, majalah-majalah fotografi, hingga opini komunitas

4. Jangan serakah terhadap objek fotografi yang akan kita kerjakan. Fokus kepada karakteristik yang kita miliki

5. Sesuaikan spesifikasi kamera yang kita butuhkan dengan budget finansial yang kita miliki. Bukan harga yang jadi jaminan bagusnya sebuah karya fotografi!


Nah sekarang pertanyaannya ...

Bagaimana Karakteristik Fotografi Anda? Sudahkah sesuai dengan spesifikasi kamera yang Anda miliki??

Silahkan curhat di dalam kolom komentar yang telah saya sediakan di bawah artikel ini. Terima Kasih :)






:

       

Profil Fotografer

Fotografi adalah bidang yang mudah dipelajari terutama untuk Anda para pecinta seni dan yang ingin mengembangkan kreatifitas. Syarat utamanya ialah dengan terus menerus mengasah kemampuan dan tidak pernah takut akan kegagalan. Karena semakin sering Anda memotret, akan semakin layak Anda sebagai seorang fotografer ..

Berikut ini saya cantumkan identitas fotografer profesional yang siap melayani Anda dalam dokumentasi berbagai event. Di dalam profil ini juga akan disertakan karya-karya fotografi dari semua koleksi sang fotografer. Facebook || Twitter


Christian Yohanes

Birthday  : 03 April 1992

Profession : Photographer, Telecommuter, Musician, Trainer

Vission    : Make a greathful success in all of circumstance

Mission   : Keep Dream High, make some efforts, and let God save and bring me to the Success








   























































:

       

Karya Fotografi

Karya Fotografi
Karya Fotografer Christian Yohanes
Traffic Exchange